Dalam proses pemurnian magnesium Pidgeon, ferrosilicon adalah zat pereduksi yang tak tergantikan. Proses ini mencampurkan dolomit terkalsinasi dengan ferrosilikon dengan perbandingan 6:1 dan mengompresnya menjadi pelet, yang ditempatkan dalam tungku reduksi vakum dan menjalani reaksi berikut pada suhu tinggi 1200 ℃:
2MgO · CaO+FeSi → 2Mg ↑+Ca ₂ SiO ₄+Fe.
Selama proses reaksi, magnesium keluar dalam bentuk uap dan dikumpulkan sebagai logam magnesium setelah kondensasi, sedangkan kalsium silikat yang dihasilkan membentuk fase terak dengan besi.
Diantaranya, kadar ferrosilikon memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi reaksi. FeSi75, karena kandungan silikonnya yang tinggi (sekitar 75%), dapat mereduksi magnesium oksida secara lebih efektif, sehingga meningkatkan hasil uap magnesium. Data produksi aktual menunjukkan bahwa untuk setiap ton logam magnesium yang diproduksi, sekitar 1,1 ton ferrosilikon dikonsumsi, dan kandungan silikon dalam ferrosilikon berkorelasi positif dengan laju reduksi magnesium.
Dalam beberapa tahun terakhir, kandungan pengotor pada ferrosilikon, terutama kandungan aluminium, secara bertahap menjadi faktor kunci yang mempengaruhi efisiensi produksi. Uji perbandingan yang dilakukan oleh pabrik magnesium di Türkiye memastikan bahwa siklus reaksi reduksi diperpendek sebesar 8% dan keluaran magnesium dari satu pemanasan meningkat sebesar 5 ton setelah ferrosilikon aluminium rendah Tiongkok (Al ≤ 1,5%) digunakan untuk menggantikan ferrosilikon tradisional. Peningkatan ini tidak hanya meningkatkan utilisasi peralatan, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi tahunan sekitar 2 juta dolar AS. Mekanismenya adalah ferrosilikon aluminium rendah mengurangi titik leleh dan perubahan viskositas yang disebabkan oleh aluminium oksida dalam sistem terak, membuat antarmuka reaksi lebih aktif dan mengurangi resistensi terhadap pelepasan uap magnesium, sehingga mempercepat proses kinetik.
Dari sini terlihat bahwa dalam proses Pidgeon untuk pemurnian magnesium, ferrosilikon tidak hanya merupakan media pereduksi yang diperlukan, namun optimalisasi komposisinya juga merupakan cara penting untuk mendorong kemajuan proses dan mencapai pengurangan biaya dan peningkatan efisiensi. Di masa depan, dengan pendalaman penelitian tentang kemurnian dan struktur mikro zat pereduksi, pemilihan dan penerapan ferrosilikon akan semakin berkembang menuju pengotor rendah, aktivitas tinggi, dan penyesuaian.